
Dalam kunjungannya ke BATAN Yogyakarta, termasuk
di STTN, Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memberikan
ceramah umum di Auditorium STTN pada tanggal 20 Maret 2007. Beliau
memaparkan secara lengkap tentang sejarah berdirinya, tugas, visi dan
misi serta struktur organisasi Bapeten. Dalam ceramah umum ini dihadiri
oleh seluruh civitas akademika STTN-BATAN meliputi, mahasiswa dan dosen.
Dalam ceramahnya Kepala Bapeten menjelaskan mengenai kebijakan nasional
dari pengawasan tenaga nuklir, tantangan serta kegiatan dari bapeten
dalam melakukan pengawasan nuklir. Saat ini pemanfaatan tenaga nuklir
di Indonesia sudah sangat banyak, dimana dari bidang kesehatan terdapat
sekitar 3000 , industri 500 dan Instrumen dan bahan nuklir sekitar 15
pemegang ijin. Bentuk pemanfaatannya pun beragam, salah satunya energi,
dimana digunakan untuk pembangkit listrik yang pada tahun 2016 akan
dioperasikan PLTN pertama di semenanjung Muria, Jepara.
Dalam bidang kesehatan pun telah banyak diantaranya untuk
radiodiagnostik, radioterapi dan kedokteran nuklir di rumah sakit atau
instansi kesehatan lainnya. Sedangkan dari sisi industri digunkan di
pabrik rokok dan minuman, di pertambangan minyak digunakan oleh
perusahaan besar seperti Caltex, Haliburton, Schlumberger, Total.
Selain itu juga untuk jasa seperti di Lekom Maras, Sucofindo, Surveyor
Indonesia, Radiant Utama, dsb. Di dalam bidang penelitian digunakan
untuk penelitian fisika, kimia dan biologi serta terapan yang
dimanfaatkan di Batan.
Pemanfaatan nuklir memiliki beragam manfaat dan resiko maka diperlukan
pengawasan yang bertujuan untuk menjamin kesejahteraan, ketentraman,
keselamatan dan kesehatan pekerja serta masyarakat. Tujuan lain untuk
memelihara ketertiban hukum, serta menjamin disiplin petugas dalam
memanfaatkan tenaga nuklir.
Dalam pengawasan diperlukan lingkup dan instrumen yang mana lingkupnya
yaitu safety, security dan safeguard. Sedang instrumen berupa aturan,
ijin dan inspeksi.
|